Kecerdasan Artifisial (KA) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan semakin banyak dimanfaatkan dalam pendidikan. Teknologi ini dapat membantu pendidik menyusun materi, mengembangkan asesmen, memberikan rekomendasi pembelajaran, serta mendukung proses belajar yang lebih personal dan efisien. Namun, penggunaan KA juga menghadirkan berbagai tantangan etis yang perlu dipahami dan disikapi secara kritis.
Pelatihan Etika Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dirancang untuk membantu peserta memahami manfaat, keterbatasan, risiko, dan prinsip etika dalam penggunaan KA, khususnya di lingkungan pendidikan. Peserta akan mempelajari bahwa KA tidak selalu menghasilkan informasi yang benar dan objektif. Hasil KA dapat dipengaruhi oleh kualitas data, bias algoritma, kesalahan konteks, serta kemungkinan munculnya informasi yang tidak akurat atau hallucination.
Pelatihan ini juga membahas pentingnya perlindungan privasi dan keamanan data, transparansi, akuntabilitas, keadilan, serta keterlibatan manusia dalam setiap pengambilan keputusan berbantuan KA. Selain itu, peserta akan mempelajari penggunaan KA generatif, persoalan hak cipta dan integritas akademik, serta ancaman deepfake terhadap kepercayaan dan keamanan informasi digital.
Melalui materi, contoh kasus, aktivitas refleksi, dan evaluasi, peserta diarahkan untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menganalisis berbagai situasi nyata dan menentukan tindakan yang etis serta bertanggung jawab.
Pelatihan ini terdiri atas enam sesi:
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menggunakan KA sebagai alat bantu yang mendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti proses berpikir, kreativitas, pertimbangan etis, dan tanggung jawab manusia.
Pelatihan ini diharapkan dapat membentuk pendidik dan pengguna teknologi yang kritis, bijak, aman, adil, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan Kecerdasan Artifisial.