Pelatihan ini bertujuan agar peserta:
Dapat memahami prinsip komunikasi umpan balik yang empatik, konstruktif, dan efektif di dalam ruang digital.
Dapat memanfaatkan platform kolaborasi untuk menyampaikan umpan balik secara profesional dan etis.
Dapat menyusun dan menerapkan umpan balik digital yang mendorong refleksi, dialog, dan perbaikan berkelanjutan di satuan pendidikan dampingan.
Tanggapan Video
Curah Pendapat
Connection/Koneksi (Alokasi Waktu: 30 Menit)
Tahap ini mengaitkan pengetahuan atau pengalaman yang sudah Anda miliki.
Bandingkan dua contoh teks umpan balik berikut:
Tahap Ini adalah inti dari pembelajaran, silahkan Anda mempraktikkan/ mencoba konsep baru.
Reflection/Refleksi (Alokasi Waktu: 20 Menit)
Pada tahap ini, Anda meninjau kembali hal yang telah dipelajari, mengungkapkan keberhasilan belajar, dan mengukur pemahaman Anda.
Extension/Ekstensi (Alokasi Waktu: 30 Menit)
Tahap ini bertujuan memperluas pemahaman dengan memberikan tugas lanjutan agar Anda dapat menerapkan ilmu pada konteks pekerjaan yang berbeda.
Pergeseran paradigma pendidikan saat ini menuntut Pengawas Sekolah untuk bertransformasi dari sekadar evaluator menjadi mentor yang mendampingi secara berkelanjutan. Kita menyadari bahwa kunjungan fisik ke sekolah sangatlah esensial, tetapi proses pembinaan tidak boleh terhenti saat kita melangkah keluar dari gerbang sekolah. Di sinilah platform kolaborasi digital hadir untuk menjembatani ruang dan waktu.
Pada prinsipnya, teknologi hanyalah alat. Tantangan sesungguhnya adalah cara kita mengkomunikasikan umpan balik (feedback) yang konstruktif, umpan balik yang mampu mengoreksi tanpa menyakiti, memotivasi tanpa menggurui melalui media digital ini. Melalui topik 'Komunikasi Umpan Balik Konstruktif melalui Platform Kolaborasi', kita akan membedah strategi dalam merumuskan catatan tertulis yang tajam, berbasis bukti, tetapi tetap empatik. Kita akan memastikan bahwa setiap komentar yang ditinggalkan di platform kolaborasi tidak dilihat sebagai 'teguran', melainkan sebagai panduan arah yang jelas untuk menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan di sekolah-sekolah binaan kita.